Latest Updates
Showing posts with label Android One. Show all posts
Showing posts with label Android One. Show all posts

Mengapa Smartphone Android One Murah? Ini Sebabnya

Mengapa Smartphone Android One Murah? Ini Sebabnya
Android One
Kehadiran Android One membuat gaduh negeri ini. Mito, Nexian, dan Evercoss, tiga produsen ponsel lokal dipercaya Google membesut perangkat murah, tidak murahan, berspesifikasi yahud, dan tentu saja cocok serta ideal dengan pengguna ponsel pintar di Tanah Air. Pertanyaan yang sering terlintas, mengapa perangkat berjuluk “Nexus versi murah” itu bisa dibanderol sangat terjangkau?
Android One diperkenalkan di ajang konferensi developer Google I/O pada Juni 2014 lalu. Perangkat ini dibesut untuk menyasar negara berkembang yang hinggap pertama kali di India. Kini, Indonesia berkesempatan mencicipinya.
Dalam menggarap Android One, Google menggandeng vendor lokal. Google menyediakan rancangan hardware kemudian vendor tinggal membuatnya sesuai konsep dasar yag diberikan. Google sangat concern pada piranti keras. Sebab, hardware adalah satu bagian yang mempengaruhi harga smartphone.
Google merinci ada tiga hal mengapa kepemilikan ponsel pintar berkualitas di negara berkembang terhambat: karena piranti keras, akses piranti lunak Android dan aplikasi baru, serta mahalnya biaya layanan internet. Patut diingat, rata-rata pendapatan bulanan di negara berkembang hanya USD 250 saja. Dengan pemasukan rendah itu maka mereka kesulitan untuk membeli smartphone bahkan untuk pemula sekalipun.
Karena tujuannya mempermudah akses smartphone bagi banyak orang, Google dan para vendor yang bermitra sepakat membanderol harga yang terjangkau. Pada September 2014, Android One sukses melenggang di India dengan harga yang dibatasi di kisaran USD 100 saja (Rp 1,2 jutaan).
Kini, Android One hinggap di Tanah Air. Harganya pun juga di kisaran itu bahkan di masa pre-order ada yang menawarkan hanya Rp 700 ribuan. Google bermimpi Android One bisa membuat miliaran orang di seluruh dunia menikmati smartphone murah, berkualitas, dan terhubung ke internet.
Setelah India dan kini Indonesia, sepertinya mimpi tersebut sudah mulai teretas.

'Android One Boleh Sama, Tapi Kami Lebih Unggul'

'Android One Boleh Sama, Tapi Kami Lebih Unggul'
http://images.detik.com/content/2015/02/05/317/fotoinetervercoss_3.jpg 
Melenggangnya Evercoss One X di pasar gadget Indonesia merupakan pamungkas dari rangkaian peluncuran smartphone Android One hari ini, Kamis (5/2/2015). Sebelumnya, Nexian dan Mito sudah lebih dulu merilis ponsel pintar Android One yang hanya terpaut satu hari saja.

Sebagaimana diketahui, peluncuran ketiga ponsel Android One itu tak lain merupakan program Google untuk menghadirkan smartphone murah namun tak kalah canggih di negara berkembang. India adalah negara pertama yang menjadi sasaran peluncuran Android One sebelum akhirnya tiba di Indonesia.

Bila dibandingkan dengan kedua ponsel Android One keluaran Nexian dan Mito, secara spesifikasi One X punya Evercoss memang tak punya perbedaan yang cukup signifikan.

Hal ini karena Google memang menerapkan standardisasi hardware dan software terhadap perangkat Android One yang rilis di Indonesia. Demikian kata Janto Djojo, Chief Marketing Officer Evercoss.

"Memang secara spesifikasi One X ini tidak jauh beda dengan perangkat Android One yang sudah rilis duluan itu. Karena memang pada dasarnya semua perangkat itu sesuai dengan standardisasi yang diberikan oleh Google," ujarnya.

"Tapi, ini ketika berbicara mengenai brand, Evercoss lebih unggul dibanding kedua brand tadi," kata Janto lebih lanjut ketika ditemui seusai peluncuran One X di Hotel Le Meridien, Jakarta.

Keunggulan tersebut menurut Janto tak lain karena Evercoss diklaim memiliki brand yang kuat dalam hal purna jual alias after sales service.
"Dengan jajaran tim yang kuat dan tentu dengan pelayanan purna jual yang lengkap dan tersebar di seluruh Indonesia kami optimistis produk kami lebih unggul dibanding yang lainnya," tambah Janto.

Mengacu dari penuturan Janto, Evercoss sendiri saat ini sudah memiliki 80 service centre yang tersebar di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut tentu diklaim lebih banyak dibanding dengan brand lainnya.

Sebagai langkah awal, Evercoss akan menjual perangkat Android One-nya di situs belanja online, Lazada terhitung mulai besok dengan jumlah perangkat 3.000 unit. Baru setelah itu, Evercoss rencananya akan menjual perangkatnya secara offline di seluruh toko ritel di Indonesia.

"Kami ingin mengetes dulu seberapa besar pasar Android One," ujar Janto menanggapi soal langkah Evercoss berjualan One X secara online.

Tersedia dalam pilihan warna hitam dan putih, Evercoss One X hanya dibanderol dengan harga Rp 1.388.000. Namun, khusus selama tanggal 6-9 Februari 2015 di Lazada, ponsel ini bisa dibeli hanya dengan Rp 999.000.

Apa Keunggulan Android One?

Google menggandeng Nexian, Evercoss dan Mito sebagai langkah awal ekspansi platform Android One di Indonesia. Memang, apa sebenarnya keunggulan platform yang ditujukan untuk ponsel entry level ini?

Indonesia adalah negara kelima yang masuk dalam program Android One setelah India, Bangladesh, Nepal, dan Sri Lanka.

Evercoss, Mito, dan Nexian selanjutnya akan membuat ponsel dengan pakem yang sudah ditentukan Android One dengan harga kurang dari Rp 1,4 juta.

Ponsel Android One yang dijual di Indonesia akan mengoperasikan Android terbaru dan tercepat (Lollipop) serta akan diperbarui secara otomatis selama dua tahun.

Google mengklaim bahwa Android Lollipop merupakan versi Android paling cepat dan responsif saat ini — dengan kinerja yang hampir dua kali lebih baik dari versi sebelumnya. Fitur penghemat baterainya mampu menghemat masa pakai baterai hingga 90 menit.

Tampilan desain material baru dari Android juga menawarkan pengalaman yang responsif dan alami, dengan pencahayaan dan siluet yang tampak nyata, serta dilengkapi grafis yang diklaim canggih untuk pengalaman pengguna yang lebih menyenangkan.

Selain itu juga ada setelan cepat untuk menghemat penggunaan data: cukup gesek dua kali untuk menonaktifkan aliran data dan memeriksa jumlah data yang telah digunakan
Android One juga dilengkapi dengan perangkat keras seperti kamera depan dan belakang serta beragam fitur penting lainnya yang cocok dengan masyarakat di Indonesia seperti Dual SIM, radio FM, dan slot kartu micro SD untuk ekstra ruang penyimpanan.

Ponsel Android One juga dapat digunakan untuk mengakses lebih dari 1 juta aplikasi di Google Play untuk berkirim pesan dengan teman, melakukan video call, bersosialisasi, memantau berita dan perkiraan cuaca, dan bermain game.

Beragam aplikasi Google seperti Gmail, Google Maps, YouTube, Google Penelusuran, dan Google Terjemahan juga sudah terpasang di dalam ponsel. Aplikasi Google Penelusuran dan Google Terjemahan menawarkan fitur masukan suara dalam Bahasa Indonesia, sehingga Anda hanya perlu mengucapkan istilah yang ingin ditelusuri atau diterjemahkan, tanpa perlu mengetik.

Selain itu, para pengguna Android One juga bisa mengunduh Google Play Kios untuk mengakses konten dari berbagai media terdepan di Indonesia.

Sehubungan dengan peluncuran ini, Telkomsel menawarkan promosi untuk mengurangi biaya data bagi para pembeli Android One. Dengan menggunakan kartu SIM dari Telkomsel, para pengguna Android One akan menerima update OTA secara gratis serta mendapatkan data sebesar 200 MB per bulan untuk mengunduh aplikasi dari Google Play selama enam bulan ke depan, tanpa dipotong dari paket data seluler.

Google juga berupaya mengurangi biaya data pengguna Android One di Indonesia. Fitur kompresi data di browser Chrome yang terpasang di ponsel Android One dapat membantu mengkompresi aliran data antara ponsel dan Internet.

Selain itu, Indonesia juga merupakan salah satu negara dapat mengakses fitur untuk menonton YouTube secara offline, sehingga para pengguna ini dapat menonton video walau tanpa sambungan internet sekalipun. Caranya? Cukup ketuk ikon offline di aplikasi YouTube dan Anda pun dapat memutar video tanpa perlu sambungan internet sampai 48 jam.

Caesar Sengupta, Wakil Presiden Google bidang Manajemen Produk, mengatakan, pihaknya sangat senang dapat menghadirkan smartphone Android One di Indonesia.

"Bekerja sama dengan mitra yang hebat seperti Evercoss, Mito, dan Nexian, kami berhasil mendesain dan memasarkan smartphone berkualitas tinggi, tapi dengan harga yang sangat terjangkau. Kami tidak sabar melihat reaksi konsumen di Indonesia,” pungkasnya dalam keterangan tertulis

Ambisi Besar Google di Balik Ponsel Murah Android One

Smartphone Android One resmi masuk Indonesia menggandeng Nexian, Mito dan Evercoss. Android One sendiri adalah standar yang diciptakan Google untuk membuat sebuah ponsel Android terjangkau namun tetap nyaman dipakai. Sebenarnya, apa tujuan utama Google menciptakan platform Android One?

Ponsel pertama dengan platform Android One diluncurkan di India September lalu. Kala itu, Sundar Pichai selaku Senior Vice President Google menyatakan Android One diciptakan agar semakin banyak orang bisa menggunakan smartphone.

"Tujuan kami adalah mengembangkan smartphone kualitas tinggi dengan harga terjangkau," kata Sundar. "Meskipun sudah ada 1,75 miliar orang di dunia sudah punya smartphone, mayoritas dari populasi dunia, lebih dari 5 miliar, belum memilikinya,"

Ya, misi Google adalah ingin membuat sebanyak mungkin orang menggunakan smartphone. Karenanya tak heran kalau ponsel Android One dibuat murah agar terjangkau, terutama mereka yang baru akan menggunakan smartphone.

Lebih lanjut, Google berharap pemakaian smartphone Android harga murah ini menghadirkan manfaat besar bagi lebih banyak orang. Mereka bisa mengakses berbagai layanan seperti video call atau aplikasi peta untuk melakukan berbagai hal.

"Ada banyak orang hanya mampu melakukan panggilan telepon sederhana, alih-alih terhubung secara langsung dengan keluarga melalui video call, menggunakan aplikasi peta untuk mencari rumah sakit terdekat bila ada situasi darurat, atau sekadar menelusuri web. Kami ingin agar pengalaman semacam ini dinikmati oleh lebih banyak orang," demikian pernyataan Google.

Dengan Android One, Google sepertinya juga berharap bisa menghapus citra kalau ponsel Android murah itu kurang baik. Android One memang dirancang memiliki pengalaman pemakaian yang cukup bagus.

"Ambisi Google di sini cukup jelas. Jika Android One sukses, Google bisa mengambil kembali pangsa pasar besar yang telah diambil oleh para manufaktur Android di seluruh Asia, di mana mereka sering membuat ponsel Android murah yang kualitasnya juga murahan," ucap Jack Dutton dari Business Insider.

Google: Android One Anti Ngelag!

Google begitu percaya diri dengan platform Android One. Saking pedenya, bos Google sampai berujar meski dipakai bertahun-tahun, ponsel murah Android One bakal terus beroperasi lancar.

Google tentu tak asal sesumbar. Alasannya, platform Android One cuma ada satu dengan spesifikasi yang telah distandarisasi. Sehingga OS yang berjalan memang dibuat khusus atau sengaja dioptimalkan untuk ponsel Android One.

Jadi tak seperti ponsel Android lainnya yang pengembangannya diserahkan oleh produsen masing-masing. Yang tentunya tiap produsen akan menyesuaikan dengan spesifikasi produknya.

“Sampai beberapa tahun ke depan, performa ponsel Android One bakal tetap mulus. Karena Android One merupakan single platform, jadi OS dan update-nya memang sengaja dioptimalisasi untuk ponselnya yang cuma punya satu standar spesifikasi,” ujar Caesar Gupta, VP Manajemen Produk Google, di kantor Google Indonesia, Kamis (4/2/2015).

Lebih lanjut, Gupta juga mengatakan pengguna ponsel Android One yang ada di Indonesia akan langsung mendapat update OS langsung dari Google. Bahkan pihak Google mengatakan pengguna ponsel Android One akan dijamin langsung update-nya oleh Google selama 2 tahun ke depan.

Soal spesifkasi yang terbilang biasa saja, seperti diketahui hal itu dilakukan Google lantaran ponsel Android One memang disiapkan untuk mengincar segmen entry-level. Alasannya tentu demi menekan harga jualnya. Pun begitu Gupta mengatakan tak menutup kemungkinan ke depannya ponsel Android One bakal punya spesifikasi yang lebih tinggi.

“Tergantung permintaan pasar. Tapi (ponsel Android One) dengan spesifikasi yang lebih tinggi kemungkinan bakal hadir,” pungkas Gupta.

Android One sendiri masuk ke Indonesia dengan menggandeng tiga vendor lokal: Nexia, Evercoss dan Mito. Adapun harga jualnya dipatok tak lebih dari Rp 1,4 juta.

Android One Mulai Jelajah Asia, Indonesia?

Android One Mulai Jelajah Asia, Indonesia?

http://images.detik.com/content/2014/12/22/317/google46.jpg  
Setelah pertama kali menjejakkan tapaknya di India, kini Android One mulai keluar dari Negeri Bollywood dan mulai mengincar negara-negara Asia lainnya, terutama yang ada di Asia Tenggara. Indonesia kah?

Adapun ponsel-ponsel Android One yang akan dipasarkan di luar India tetap merupakan bikinan Micromax, Karbonn, dan Spice yang merupakan produsen ponsel India. Seperti di pasar India, tipe yang dijual ketiga produsen itu adalah Micromax Canvas A1, Karbonn Sparkle V, dan Spice Dream UNO.

GSM Arena, Senin (22/12/2014), Indonesia ternyata belum termasuk dalam daftar kloter pertama yang disambangi ponsel Android One di luar India. Negara-negara yang dimaksud adalah Sri Lanka, Bangladesh, dan Nepal.

Tapi khusus Bangladesh, selain ketiga ponsel besutan produsen India rekanan Google, juga akan ada produsen lokal yang bakal menjual ponsel berbasis Android One yakni Symphony. Produsen ponsel Bangladesh tersebut akan menjual ponsel Android One dengan tipe Symphony Roar A50.

Indonesia memang belum kebagian masuk di kloter pertama pemasaran ponsel Android One, namun penjualan ponsel Android One oleh produsen lokal seperti di Bangladesh sepertinya juga akan dilakukan di Indonesia.

Hal tersebut dibeberkan sendiri oleh salah satu petinggi produsen ponsel lokal. Saat itu Ia mengatakan bahwa perusahaan yang dipimpinnya telah dipercaya Google untuk memproduksi ponsel Android One untuk pasar Indonesia. Bahkan juga sempat disebutkan waktu rilisnya yang dibilang sekitar akhir bulan Januari 2015 nanti.

Google sendiri memang berencana makin memperluas pemasaran ponsel Android One pada tahun 2015 mendatang.

Dan sangat mungkin Indonesia adalah pasar selanjutnya yang diincar. Tapi sepertinya memang bukan lewat ponsel India, melainkan sangat mungkin justru menggandeng produsen lokal yang ada di Indonesia.

15 September, Google Lahirkan Smartphone Android One


Jakarta - September benar-benar bakal menjadi bulan yang sibuk bagi sejumlah vendor gadget. Setelah Samsung, HTC, Nokia dan Apple, kini giliran Google yang bersiap untuk menggelar pesta.

Sepucuk surat undangan telah dikirimkan oleh Google untuk sebuah acara yang akan diadakan pada 15 September. Kali ini acara dihelat bukan di California atau San Francisco, namun di salah satu kota di India.

Ya, bisa ditebak, kendati di undangannya tidak disebutkan secara gamblang namun acara itu tampaknya untuk mengumumkan kehadiran Android One secara resmi. Demikian yang dikutip dari Tech Crunch, Selasa (2/9/2014).

Android One ini sebetulnya adalah patokan model bagi rekanan Google untuk membuat smartphone maksimal namun dengan spesifikasi minimal. Dengan begitu, harga yang ditawarkan pun bisa ditekan serendah mungkin.

Perbedaan Android One dengan Android biasa memang tidak terlalu mencolok. Namun, di platform ini diambil dari Google versi stock dan rekanannya diminta untuk menambahkan aplikasi sendiri.

Android One merupakan sistem operasi yang dapat bekerja maksimal di handset dengan spesifikasi minamal seperti, prosesor quad core, RAM 1 GB, baterai 1700 mAh, menyokong dual SIM dan besaran layar antara 4,3 inch sampai 4.5 inch.