Latest Updates
Showing posts with label Redmi 1s. Show all posts
Showing posts with label Redmi 1s. Show all posts

Redmi 1S: 2 Bulan, 85.000 Unit Terjual

Redmi 1S: 2 Bulan, 85.000 Unit Terjual

http://images.detik.com/content/2014/11/14/317/redmipage6.jpg 
Xiaomi panen berkah dengan menggelar lapak online. Ponsel perdananya yang masuk Indonesia -- Redmi 1S -- sudah terjual 85.000 unit dalam waktu dua bulan.

Hebatnya lagi, penjualan itu cuma dilakukan via internet, belum sampai membuka toko fisik.

Seakan ingin tes pasar dahulu, ekspansi Xiaomi di Indonesia memang dimulai dengan menjalin kolaborasi bersama Lazada.

Registrasi untuk pemesanan Xiaomi Redmi 1S untuk pasar Indonesia dibuka pada 27 Agustus 2014. Dan penjualan online perdana tersebut terbilang sukses, dengan melepas 5.000 unit Redmi 1S dalam waktu 7 menit.

Hanya saja, percobaan pertama ini menyisakan antrean tinggi di kalangan calon pembeli. Sampai akhirnya banyak dari mereka yang gagal transaksi lantaran sistem yang disediakan Lazada jebol.

Namun Xiaomi dan Lazada tak risau dengan kejadian tersebut, dan tetap melanjutkan penjualan online Redmi 1S berikutnya dengan kapasitas menjadi 10.000 unit setiap transaksi.

Seperti yang sudah diketahui setelahnya, animo pasar belum surut. Xiaomi kemudian menambah amunisinya dengan memasukkan Redmi Note yang dihargai Rp 1,99 juta.

Kini, Xiaomi tak lagi mengandalkan lapak online, vendor ponsel asal China itu telah membangun toko fisik untuk lebih menjaring fans lebih banyak.

Toko Fisik Xiaomi di Indonesia Pertama di Dunia?

Toko Fisik Xiaomi di Indonesia Pertama di Dunia?
http://images.detik.com/content/2014/11/14/317/092340_ximi.jpg 
Xiaomi termasuk salah satu pelopor penjualan ponsel hanya di jalur online. Artinya, produk mereka hanya bisa dibeli melalui internet. Sehingga penjualan ponsel Xiaomi melalui toko fisik di Indonesia disebut-sebut sebagai yang pertama di dunia.

Tapi anggapan itu tak benar sepenuhnya. Xiaomi ternyata belum lama ini membuka toko fisik di Hong Kong bekerja sama dengan operator setempat. Namun memang nyaris semua penjualan ponsel Xiaomi terjadi di dunia maya dan toko fisiknya begitu langka.

Di China yang menjadi negara asalnya, Xiaomi memiliki toko online sendiri dan juga bekerja sama dengan website e-commerce lain untuk menjual gadgetnya. Dikatakan bahwa Xiaomi tidak memiliki toko fisik sendiri.

"Xiaomi tidak memiliki jaringan toko fisik sendiri. Mereka menjual smartphone langsung pada konsumen melalui e-commerce. Mereka punya toko online sendiri dan juga menjual barang di Tmall.Com, salah satu toko retail online terbesar di China," tulis Michael Kan dari IGD News Service.

Ketika berekspansi di mancanegara, metode yang sama pun diterapkan. Di India, Xiaomi menggandeng toko online setempat, Flipkart. Di sana pun, Xiaomi sukses dengan strateginya itu dan ponsel jualannya selalu habis dalam waktu singkat.

"Semua penjualan di India dilakukan eksklusif secara online, di mana semua ponsel Xiaomi itu dijual melalui Flipkart," tulis Firstbiz.

Demikian juga dengan negara lain yang sudah dimasuki Xiaomi seperti Singapura, Malaysia, Filipina dan Indonesia, semuanya menggunakan metode berjualan di dunia maya. Sedangkan di Indonesia seperti diketahui, Xiaomi menggandeng Lazada

Jual 25 ribu Ponsel, Xiaomi Baru Punya 17 Service Center


Xiaomi Redmi 1S sukses terjual 25 ribu unit dalam waktu singkat. Sayangnya, hal ini masih belum disokong oleh service center yang memadai.

Xiaomi diketahui memiliki dua partner distributor, yakni Erajaya dan Trikomsel. Menurut Djatmiko Wardoyo, Direktur Marketing & Communication Erajaya, distributor Xiaomi ini juga punya kewajiban untuk menyediakan service center.

"Erajaya sendiri sudah punya, karea sebagai partner distributor itu kewajiban. Di tempat ini juga disediakan swap unit, ada pengganti," kata Koko, sapaan akrab Djatmiko, Hanya saja jumlahnya belum banyak, baru memiliki 17 tempat service untuk jaga-jaga jika ponsel besutannya rusak.

Diungkapkan Koko, 17 service center Xiaomi yang digarap oleh Erajaya tersebut saat ini memang masih berada di kota-kota besar.

Yakni baru ada Jakarta, Bekasi, Bogor, Tangerang, Medan, Bali, Balikpapan, Bandung, Palembang, Pontianak, Samarinda, Jogjakarta, Semarang, dan Surabaya.

Artinya, hal ini akan jadi masalah tersendiri bagi pengguna Xiaomi yang berada di kota-kota kecil. Dan hal itu sangat mungkin terjadi, lantaran gaya penjualan Xiaomi adalah via online. Jadi pembelinya bisa saja mereka yang di luar kota besar.

Urusan service center inilah yang juga harus menjadi prioritas oleh Xiaomi. Dengan tak hanya menggenjot urusan jualan, tetapi juga memikirkan layanan purna jual untuk keberlangsungan layanan mereka ke depannya.

Terlebih peminat Xiaomi cukup besar di Indonesia. Terbukti hanya dalam waktur 25 menit yang terbagi di tiga sesi penjualan, sudah 25 ribu unit Redmi 1S yang terjual di Lazada.

Jumlah penjualan ini pastinya masih akan bertambah, melihat animo calon pembeli yang sepertinya masih antusias lantaran sempat gagal untuk bertransaksi di tiga periode penjualan online yang telah dibuka.

Di Indonesia, Xiaomi Sudah Laku 25 Ribu Unit


Xiaomi nampaknya telah mendapatkan tempat khusus di kalangan penggemarnya. Smartphone Redmi 1S contohnya, sejauh ini sudah ludes terjual 25 ribu unit lewat e-commerce Lazada.

Angka ini diperoleh dari tiga kali flash sale yang digelar berturut-turut. Setelah sukses menjual 5.000 unit dalam 7 menit di periode pertama, Lazada kemudian menggandakan di periode berikutnya jadi 10.000 unit yang langsung habis dalam 12 menit.

"Yang terakhir hanya butuh 6 menit saja. 10 ribu unit langsung ludes," kata SVP Marketing & Business Development Lazada Indonesia Andry Huzain

Seperti diketahui, Xiaomi memang telah menunjuk Lazada untuk menjual online smartphone pertamanya di Indonesia, Redmi 1S. Lazada menjual Redmi 1S bergaransi resmi. Selain Lazada, Xiaomi juga bekerjasama dengan Erafone dan Trikomsel.

Redmi 1S dibandrol seharga Rp 1,5 juta. Smartphone ini ditenagai prosesor quad core 1,6 Ghz Qualcomm Snapdragon 400 (8228), RAM 1 GB, dan 8 GB flash. Untuk layar, Xiaomi menggunakan teknologi display besutan Sharp. Layar berukuran 4,7 inch IPS dengan resolusi 1280x720 pixel ini antigores.

Ponsel Redmi 1S yang berbobot 159 gram ini memiliki ukuran panjang 137 mm, lebar 69 mm, dan ketebalan 9,9 mm. Sistem operasinya masih mengusung Android 4.3 Jelly Bean.

Untuk kamera utama, Redmi 1S dilengkapi kamera 8 MP dengan BSI dan kamera depan 1,6 MP. Sementara itu, untuk baterai, Redmi 1S memiliki baterai kapasitas 2.000 mAh dan dapat diganti. Ponsel ini juga hadir dengan user interface MIUI.

Masuk Indonesia, Moto E Siap Ganggu Redmi 1S


Jakarta - Segmen ponsel low-to-mid di Indonesia yang memang terbilang seksi kembali kedatangan penantang baru. Moto E yang merupakan seri ponsel termurah Motorola resmi mendarat di Indonesia dan berpotensi mengganggu kehadiran Xiaomi Redmi 1S.

Banderol harga Moto E memang lebih murah dibandingkan Redmi 1S. Meskipun memang agak ketinggalan di sisi spesifikasi.

Moto E dibekali prosesor dual core Snapdragon 200 yang memiliki kecepatan 1,2 GHz dan dikombinasikan dengan besaran RAM 1 GB. Memori internalnya memang hanya 4 GB, tapi konsumen dapat meningkatkannya melalui slot micro SD yang tersedia.

Ponsel low-end Motorola ini memiliki bentang layar 4,3 inch dengan resolusi qHD (960x540 pixel). Adapun sektor kameranya dibenamkan kemampuan 5 MP, namun tanpa kehadiran kamera depan. Seluruh jeroan tersebut dipercaya pasokan dayanya oleh baterai 1980 mAh yang terbenam di balik penutup belakangnya.

Menariknya, untuk mendapatkan semua yang ditawarkan Moto E itu, berdasarkan keterangan resmi yang detikINET terima, Selasa (16/9/2014), konsumen Indonesia cukup merogoh kocek sebesar Rp 1,3 juta dan sudah mulai dapat memesannya melalui toko online Lazada.

“Moto E merupakan smartphone yang sangat kuat dan didesain untuk pelanggan yang peduli terhadap harga. Kami juga menghadirkan fitur spektakuler dengan harga yang kami percaya terjangkau bagi pembeli di Indonesia,” ujar Magnus Ahlqvist, Corporate Vice President, EMEA & APAC, Motorola Mobility, dalam keterangan tertulis.

Di Indonesia, Redmi 1S Ludes 10 Ribu Unit dalam 12 Menit


Jakarta - Xiaomi kembali mengecap manisnya pasar ponsel Indonesia. Dalam flash sale edisi kedua, Xiaomi Redmi 1S sukses terjual 10 ribu unit hanya dalam waktu 12 menit.

Terdengar bombastis memang, lantaran model penjualan yang dilakukan ponsel asal China ini cuma via online di Lazada. Sehingga dalam waktu singkat dapat meraup penjualan yang wah.

"10k Redmi sold out 12 menit," singkat SVP Marketing & Business Development Lazada Indonesia Andry Huzain

Berbeda saat flash sale edisi pertama yang sempat tumbang lantaran kewalahan diserbu trafik tinggi. Kali ini, Andry memastikan bahwa situs Lazada tak jebol lagi.

"Nope (tak tumbang). Traffic record lagi padahal," lanjutnya.

Sayang, Andry enggan mengungkap berapa trafik yang tercatat pada situs Lazada saat penjualan Redmi yang dimulai pukul 11.00 WIB tadi.

Ia hanya berani menyebut jika lonjakannya sampai 150% dibandingkan acara flash sale Redmi 1S edisi pertama.

Redmi 1S dibanderol seharga Rp 1,5 juta. Smartphone ini ditenagai prosesor quad core 1,6 Ghz Qualcomm Snapdragon 400 (8228), RAM 1 GB, dan 8 GB flash. Untuk layar, Xiaomi menggunakan teknologi display besutan Sharp. Layar berukuran 4,7 inch IPS dengan resolusi 1280x720 pixel ini anti gores.

Xiaomi Redmi 1S Ludes, Lazada Siap Tambah Pasokan


Jakarta - 5.000 unit ponsel Xiaomi Redmi 1S yang dijual secara online di situs Lazada Indonesia langsung sold out hanya dalam waktu 7 menit. Padahal, ada 60.542 orang yang mendaftar mau beli. Berminat tambah stok, Lazada?

VP Marketing & Business Development Lazada Indonesia Andry Huzain, pihaknya kemungkinan akan mengusahakan tambahan pasokan mengingat tingginya animo untuk ponsel seharga Rp 1,5 juta tersebut.

"Minggu depan, kayaknya 10k (10 ribu unit). Tapi belum confirm, sih," kata Andri lewat instant messaging, Jumat (5/9/2014).

Meskipun jumlahnya masih terbatas dan belum tentu bisa memenuhi semua permintaan, namun pernyataan ini jelas kabar gembira bagi yang masih penasaran. Kalaupun nantinya belum kebagian juga, Redmi 1S tak cuma dijual oleh Lazada saja.

Rencananya, Trikomsel Oke dan Erajaya Group dalam waktu dekat juga akan memasarkannya. "Sesegera mungkin, insya Allah," kata Direktur Marketing & Communication Erajaya Djatmiko Wardoyo.

Dengan harga yang relatif murah dan spek yang cukup tinggi, produk-produk Xiaomi langsung jadi buruan para peminat gadget. Apalagi sejak resmi hadir di Indonesia, animo kian membumbung tinggi.

Jadi wajar saja kalau situs Lazada sempat down saat mulai membuka pemesanan. Peminat membludak, sementara stok terbatas. "Sebentar doang, biar seru," pungkas Andri.

Redmi 1S yang baru saja dipasarkan di Indonesia hadir dengan spesifikasi layar 4,7 inch, RAM 1 GB, dan prosesor quad core 1,6 GHz Cortex-A7. Adapun kamera belakangnya sudah 8 megapixel, sementara kamera depan 1,6 megapixel.

Gerak Cepat Xiaomi Taklukkan Indonesia


Jakarta - Setelah sukses besar di kandang sendiri, Xiaomi sejak awal tahun 2014 memulai ekspansinya ke pasar di luar China. Asia adalah salah satu target utama yang dibidik, termasuk Indonesia di dalamnya.

CEO Xiaomi Lei Jun dari beberapa kali ucapannya memang menegaskan, Asia Tenggara adalah salah satu pasar yang paling potensial untuk menjual produk-produknya. Saat itu, gambaran mengenai kapan 'Apple dari Timur' ini mulai berekspansi masih belum jelas.

Baru pada bulan Februari, titik terangnya sudah mulai terlihat. Wilayah yang pertama disinggahi adalah Asia Tenggara, di mana Singapura yang didaulat menjadi negara pertama bakal disambanginya.

Memang bukan Indonesia yang disebut, namun setidaknya, Indonesia kemungkinan besar akan didatangi dalam waktu dekat semakin jelas.

Baru di bulan April, teka-teki ini menjadi jelas. Kepastian Xiaomi untuk masuk Indonesia diungkapkan langsung oleh CEO Xiaomi Lei Jun.

Steve Jobs 'Made in China' ini mengungkapkan rencananya tersebut pada sebuah konferensi pers di Beijing, Tiongkok. Dia mengatakan, Xiaomi siap masuk 10 negara berkembang dan besar mulai tahun ini.

Selain Indonesia, 9 negara lainnya adalah India, Brazil, Rusia, Meksiko, Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam dan Turki
Bulan terus bergulir. Xiaomi pun semakin menegaskan dirinya untuk masuk ke pasar Tanah Air. Ini semakin jelas, setelah Erajaya mengaku kepada detikINET telah melakukan pendekatan dengan Xiaomi.

Menurut Direktur Marketing & Communication Erajaya Djatmiko Wardoyo, saat ini Xiaomi masih belum menunjuk official partner di Indonesia.

"Namun kalau ditanya apakah kita (Erajaya-red) berminat untuk bekerja sama dengan Xiaomi, tentu Erajaya dalam posisi sangat siap," tegas Kok

Koko memaparkan, Erajaya bisa dibilang sudah memiliki apa yang dibutuhkan untuk terjun ke bisnis ponsel di Indonesia dari sisi chanel distribusi.

"Kita sudah punya chanel retail 500 toko, online kami punya Erafone, distribusi punya di 94 titik, 20 ribu reseller dan ada juga chanel buat korporat. Semuanya sudah ada," umbarnya.

Yang ditunggu akhirnya tiba. Tepatnya 27 Agustus secara resmi Xiaomi mencoba peruntungannya di pasar lokal yang sebetulnya sudah penuh sesak.

Redmi 1S jadi amunisi perdana Xiaomi untuk menggebrak Indonesia. Ponsel memang memiliki spesifikasi yang rata-rata, tak ada kesan wah, hanya saja punya banderol yang murah meriah, cuma Rp 1,5 juta.

Demi menegaskan keseriuasannya, Xiaomi turut memboyong para pentolannya ke Indonesia saat merilis Redmi 1S. Hadir mantan petinggi Google yang kini menjabat VP Xiaomi Global, Hugo Barra, dan co-founder Xiaomi Lin Bin.

Xiaomi menilai, penetrasi smartphone di Indonesia masih kecil, baru 23%. Angka ini berselisih sangat jauh dibanding penetrasi kartu SIM di Indonesia yang diprediksi mencapai 150% pada tahun 2016 mendatang. Selisih itulah dinilai Xiaomi sebagai potensi yang masih sangat dapat digarap.