Latest Updates
Showing posts with label Samsung. Show all posts
Showing posts with label Samsung. Show all posts

Samsung Galaxy S6 Edge Dihargai Tinggi

Samsung Galaxy S6 Edge Dihargai Tinggi

http://images.detik.com/content/2015/04/30/317/galaxys6edge.jpg 
Tak dipungkiri jika Galaxy S6 Edge memang menggoda, namun harus diakui juga jika harga flagship ini lebih tinggi dari yang lainnya. Namun bagi Samsung, hal itu bukanlah suatu isu utama. Sebab tetap ada kalangan yang siap meminangnya.

Seperti diketahui, Galaxy S6 Edge versi 64 dibanderol Rp 12,5 juta. Jadi dengan harga premium tersebut Samsung tentu sadar bahwa perangkat ini menyasar niche market.

Soal angka penjualan pun tidak bisa dibandingkan dengan ponsel-ponsel kelas menengah atau bawah yang bisa terjual ratusan ribu unit di Indonesia. Karena menurut Andre Rompis, VP IT dan Mobile Samsung Indonesia, market segmen ponsel premium porsinya cuma 3%-4%.

“Tapi dibandingkan ponsel-ponsel menengah atau bawah, value yang diperoleh dari penjualan ponsel premium terbilang tinggi yakni mencapai 12% dari seluruh total penjualan ponsel Samsung,” ujar Andre, di hotel Raffles, Jakarta.

Tapi meski optimistis dengan penjualan Galaxy S6 Edge, Samsung tetap terlihat hati-hati. Hal itu bisa terlihat dari varian yang dirilisnya di Indonesia yang cuma mentok di kapasitas memori internal 64 GB. Padahal di negara lain Samsung menawarkan sampai kapasitas 128 GB untuk memori internalnya.

Namun Andre mengatakan soal varian 128 GB bukannya tak diboyong ke Indonesia. Ia menyebut keputusan memasukan varian 128 GB bergantung pada permintaan pasar Indonesia. Bila memang diminati barulah versi 128 GB dari Galaxy S6 Edge akan juga dipasarkan di Indonesia.

“Kami lihat dulu kemampuan konsumen (di Indonesia) untuk menyerap (Galaxy S6 Edge). Kami lihat demand-nya, bila memang responnya positif kemungkinan memboyong varian 128 GB semakin terbuka,” pungkas Andre.

Pemesanan Galaxy S6 Edge Dibuka di Indonesia

Pemesanan Galaxy S6 Edge Dibuka di Indonesia

http://images.detik.com/content/2015/04/13/317/140112_a.jpg 
Berminat membeli flagship terkini Samsung, yakni Galaxy S6 Edge yang punya inovasi layar lengkung di kedua sisinya? Mulai hari ini, Galaxy S6 Edge varian 64 GB sudah bisa dipesan di Indonesia dengan harga dipatok Rp 12,5 juta.

Peminat bisa langsung mendaftarkan diri di website galaxylaunchpack. Samsung menawarkan berbagai promosi untuk menarik minat pembeli.

Galaxy S6 Edge ini bisa dibeli secara kredit bekerja sama dengan bank Mega, BNI, Danamon, Mandiri dan Citi. Tiap bank punya promosi sendiri, misalnya bank Mega menawarkan gratis cicilan satu bulan. Kemudian BNI dan Danamon menawarkan cashback Rp 1 juta.

Semua pembeli dalam masa pre order ini juga akan mendapatkan perangkat wireless charger gratis. Selain itu disediakan pula voucher Starbucks serta bonus mileage dari maskapai Garuda Indonesia.

Pemesanan sendiri dapat dilakukan sampai tanggal 26 April. Kemudian barang dapat diambil pada 2 Mei 2015 di berbagai outlet Samsung Experience Store.

Samsung memang sudah memastikan baru varian Galaxy S6 Edge versi 64 GB saja yang masuk ke Indonesia. Kemungkinan besar, Galaxy S6 versi biasa akan segera menyusul.

Samsung bukan Lagi Pemimpin Pasar Smartphone

Samsung kini tidak lagi berada dalam puncak pemimpin produsen yang menjual ponsel pintar terbanyak di dunia. Posisi yang telah diisi oleh Samsung sejak tahun 2011 itu kini telah direbut oleh Apple, menurut lembaga riset pasar Gartner.

Gartner mencatat Apple telah sukses menjual 74.830.000 unit ponsel pintar pada kuartal empat 2014, sementara Samsung menjual 73.030.000 ponsel pintar.

Kesuksesan Apple ini didorong oleh penjualan iPhone 6 dan iPhone 6 Plus. Berkat kedua produk itu, Apple mencatat labar US$ 18 miliar dalam periode tiga bulan yang berakhir pada Desember 2014. Prestasi ini sekaligus mencatatkan Apple sebagai perusahaan publik pertama di dunia yang meraih laba terbesar dalam waktu tiga bulan, menurut analis Howard Silverblatt dari lembaga S&P.

Menurut Gartner, penjualan ponsel Apple tumbuh 49 persen pada kuartal empat 2014. Sementara Samsung, mengalami penurunan 12 persen.

Samsung telah mencatat penurunan penjualan perangkat mobile dalam lima kuartal berturut-turut.

“Samsung harus terus berjuang mengendalikan pangsa pasar ponsel pintarnya yang jatuh,” kata analis Anshul Gupta dari Gartner, seperti dikutip dari Reuters. Ia menambahkan, pertumbuhan penjualan ponsel pintar Samsung terakhir terjadi pada kuartal ketiga 2013.

Pangsa pasar Samsung selama ini juga digerus oleh produsen asal Tiongkok, seperti Huawei dan Xiaomi, yang berani menjual produk dengan spesifikasi mumpuni tetapi dibanderol dengan harga terjangkau.

Ini Dia Tampang Galaxy S6 Edge

Ini Dia Tampang Galaxy S6 Edge
http://images.detik.com/content/2015/02/23/317/galaxys6edge.jpg 
Bila sebelumya didominasi oleh penampakan Galaxy S6 ‘reguler’, kini giliran Galaxy S6 Edge yang unjuk gigi dalam sebuah bocoran. Bahkan bocoran gambar kali ini bisa dibilang telah benar-benar mengungkap seperti apa desainnya.

Tapi memang belum secara keseluruhan, melainkan masih sebetas memperlihatkan bagian sisinya saja. Pun begitu dari situ sudah bisa ditebak seperti apa desain Galaxy S6 Edge nantinya. Di bocoran gambarnya, terlihat layar Galaxy S6 Edge ‘luber’ sampai ke bagian sisi, seperti Galaxy Note Edge.

Lebih lanjut, bocoran gambar tersebut juga seakan memastikan bodi metal yang akan digunakan Galaxy Note Edge. Karena bagian tepinya terlihat memantulkan cahaya, khas bodi metal.

Tapi yang menarik sebenarnya adalah sang pembocornya. Jadi bocoran gambar tersebut ternyata sengaja diposting oleh John Legere yang merupakan CEO T-Mobile, operator besar di Amerika Serikat. Sehingga bisa dipastikan Galaxy S6 juga bakal dipasarkan lewat jaringan T-Mobile.

Karena diposting oleh orang yang terbilang penting, analis juga menyebut bocoran desain Galaxy S6 Edge tersebut cukup valid. Sehingga seharusnya desainnya bakal sama persis saat dirilis nanti, setidaknya bagian sisinya.

Berarti tinggal tampang depan dan belakangnya yang jadi misteri. Meski begitu berdasarkan bocoran-bocoran sebelumnya, untuk tampang depan sepertinya tak jauh berbeda dengan versi regulernya yang memakai layar non-edge. Sedangkan untuk bagian belakangnya disebut punya permukaan flat ke semua sisi.

Samsung tidak takut dikeroyok HP Murah

Samsung tak menampik soal persaingan ponsel yang semakin ketat sejak menjamurnya ponsel murah berspesifikasi mumpuni. Malah perusahaan Korea ini mengatakan hal itu akan menguntungkan konsumen.

Maksudnya, dengan adanya kompetisi antar produsen ponsel, dengan sendirinya akan melahirkan inovasi-inovasi baru yang bisa dirasakan konsumen. Yang mana hal itu tentu menguntungkan konsumen sebagai pengguna.

Disampaikan Vebbyna Kaunang, Direktur Marketing Samsung Electronics Indonesia (SEIN), persaingan juga membuat kompetisi jadi sehat. Karena tidak terpaku pada satu pabrikan. Konsumen pastinya jadi punya lebih banyak pilihan sesuai kebutuhan.

“Tapi kami tetap optimis menghadapi persaingan, karena yang menentukan bukan cuma soal spesifikasi, desain, ataupun yang lainnya. Kami juga memberikan pengalaman lebih baik bagi konsumen, terutama soal konten dan service center yang tersebar di mana-mana,” ujar Vebbyna, di Artotel, Jakarta, Kamis (25/1/2015).

Vebbyna lantas menonjolkan konten gift yang dimiliki Samsung. Pengguna Samsung disebutnya akan mendapatkan promo-promo menarik tiap harinya, semisal potongan harga khusus dan yang lainnya. Selain itu, pengguna Samsung juga tak perlu khawatir soal layanan purna jual.

Tak dapat dipungkiri, soal after sales service memang jadi polemik tersendiri bagi produsen ponsel. Untuk produsen sebesar Samsung, mungkin hal itu bukan lagi masalah besar. Tapi buat beberapa produsen lain, hal tersebut justru jadi hal merepotkan.

Banyak kasus yang bikin konsumen meninggalkan merek tertentu karena layanan purna jual yang kurang mumpuni. Biasanya selain service center yang terbatas, lamanya proses perbaikan jadi faktor yang sering dikeluhkan konsumen.

Di hajar Xiaomi dan Apple, Pendapatan Samsung Turun!

Samsung harus semakin waspada menghadapi persaingan bisnis. Profitnya turun 27% di seluruh operasional perusahaan dibandingkan tahun sebelumnya ke angka 5,3 triliun won atau USD 4,9 miliar.

Penurunan keuntungan operasional per kuartal lima kali berturut-turut ini menggarisbawahi tekanan yang dihadapi perusahaan asal Korea Selatan tersebut.

Samsung saat ini harus berjuang melawan para kompetitornya. Memang hingga saat ini Samsung dan Apple masih mengisi posisi satu dan dua dengan angka penjualan yang cukup sulit disaingi. Namun serbuan para pendatang baru tak bisa diremehkan.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (29/1/2015), tak hanya bersaing dengan Apple di segmen high end, Samsung juga mulai mewaspadai para pendatang baru seperti Xiaomi di segmen low end.

Apple yang sejak dulu menjadi ancaman terbesar Samsung. Apalagi sekarang Apple menyaingi Samsung dengan merilis iPhone 6 4,7 inch dan iPhone 6 Plus 5,5 inch. Seperti diketahui, smartphone layar besar dulu menjadi kebanggaan dan andalan Samsung menggaet konsumen.

Demikian juga dengan yang terjadi di segmen low end. Xiaomi mulai menebar ancaman. Setelah menjungkalkan LG di taraf global, perusahaan yang kerap disebut 'Apple dari China' tersebut baru-baru ini menyalip Samsung di kampung halamannya sendiri.

Samsung sendiri bukannya tidak menyadari bahaya ini. Sejak tahun lalu, Samsung mulai berbenah dan berupaya membangkitkan lagi bisnis mobilenya dengan desain ponsel baru, sederet perangkat lebih murah dengan spesifikasi lebih baik, merilis handset dengan material metal dan mengeluarkan ponsel Tizen.

Selain itu, Samsung juga berencana memangkas model smartphone yang diproduksinya tahun ini antara 25%-30%. Upaya ini belum terlihat hasilnya, dan para kompetitornya semakin agresif menyerang.

Samsung Tizen akan Banjiri Pasar

Samsung Tizen akan Banjiri Pasar
http://images.detik.com/content/2015/01/15/317/fotoinet_samsungz1_1.jpg 
Samsung bakal membombardir pasar dengan bermacam perangkat ber-OS Tizen pada tahun 2015 ini. Perangkat-perangkat ini tak melulu ponsel, melainkan bisa berbentuk wearable, kamera, TV ataupun perangkat pintar lain.

Seperti yang dilansir Phone Arena, Kamis (15/1/2015), itu dikatakan oleh Samsung setelah mereka merilis Samsung Z1, ponsel pertama mereka yang memakai OS Tizen.

Menurut Samsung, keunggulan utama OS ini adalah Tizen membutuhkan kemampuan pemrosesan data dan memori yang lebih kecil dibanding OS lain. Ini artinya dengan konsumsi energi yang lebih irit, perangkatnya tetap bisa mempunyai performa yang kencang.

Tizen adalah kunci utama dalam rencana Samsung untuk mengembangkan Internet of Things (IoT). Dalam ajang Consumer Electronics Show (CES) 2015 lalu, Samsung menjanjikan bahwa dalam lima tahun ke depan, semua perangkatnya akan 'IoT Ready'.

Sekadar informasi, pada tahun 2014 Samsung menjual sekitar 665 juta perangkat. Tak terbayang berapa banyak perangkat Tizen yang akan tersedia di masa yang akan datang.

Meski begitu, Samsung juga memastikan mereka tak cuma fokus dalam mengembangkan Tizen, dan menjamin mereka tak akan mencampakkan OS lain, dalam hal ini berarti Android dan Windows Phone.

Samsung Galaxy E5 & E7 Khusus Pengguna Selfie

Samsung Galaxy E5 & E7 Khusus Pengguna Selfie

http://images.detik.com/content/2015/01/07/317/ahagggdalam.jpg 
Samsung kembali memperkenalkan smartphone Android anyar, kali ini ditujukan untuk kelas menengah. Dua ponsel baru yang bernama Galaxy E5 dan E7 itu mengincar para penggemar selfie alias memotret diri sendiri.

Ubergizmo, Rabu (7/1/2014), Galaxy E5 memiliki layar 5 inch Super Amoled HD, prosesor 1,2 GHz quad core dengan RAM 1,5 GB, baterai 2.400 mAh, memori internal 16GB serta slot micro SD.

Adapun kamera utamanya 8 megapixel serta kamera depan 5 megapixel yang ditujukan mewadahi kegiatan selfie. Kamera depan ini dapat mengambil gambar dengan sudut hingga 120 derajat. Pengguna juga dapat menjepret cukup dengan perintah suara.

Sedang Galaxy E7 ukurannya lebih besar dengan layar 5,5 inch HD Super Amoled, prosesor quad core 1,2 GHz dengan RAM 2 GB, dan baterai 2.950 mAh. Galaxy E7 juga punya kamera utama 8 megapixel serta kamera depan 5 megapixel dengan kemampuan sama seperti Galaxy E5.

Galaxy E5 dan E7 memakai sistem operasi Android 4.4 KitKat. Wujud keduanya identik dan cukup elegan, mirip dengan Galaxy A3 dan A5 yang berbodi metal dan diperkenalkan beberapa waktu lalu. Tapi tak dijelaskan apakah E3 dan E5 bahannya juga dari metal.

Saat ini, Galaxy E5 dan E7 baru beredar di India, tapi kemungkinan besar juga akan menyapa wilayah-wilayah lainnya. Banderolnya lumayan terjangkau, Galaxy E7 dijual USD 363 sedangkan Galaxy E5 dibanderol USD 304.