Latest Updates
Showing posts with label android. Show all posts
Showing posts with label android. Show all posts

Android Lollipop Lebih Stabil Ketimbang iOS 8

Android Lollipop Lebih Stabil Ketimbang iOS 8

http://images.detik.com/content/2015/02/15/317/ios8vsandroid50lollipop.jpg 
Baik Android maupun iOS 8 sebenarnya punya kelebihan masing-masing. Namun soal kestabilan, mungkin iOS 8 harus mengakui keunggulan Android Lollipop. Karena OS buatan Google itu dianggap lebih stabil ketimbang iOS 8 yang dibikin Apple.

Hasil tersebut dikemukakan oleh sebuah studi yang dilakukan Crittercism. Menurut penelusurannya Android Lollipop hanya memiliki persentase crash sebesar 2%, sedangkan iOS 8 punya presentase sebesar 2,2%. Memang selisihnya tak banyak, tapi mengingat iOS dulunya dikenal sebagai OS yang stabil, hasil ini pun disebut menjadi tamparan tersendiri bagi Apple.

Bahkan bila dibandingkan dengan iOS 7 pun, OS terbaru Apple itu masih tak lebih baik karena iOS 7 persentase crash-nya cuma 1,9%. Adapun soal ketidakstabilan iOS 8 memang seakan diakui sendiri oleh Apple, yang beberapa waktu lalu merilis update iOS 8 dalam waktu yang sangat berdekatan.

VR-Zone, Minggu (15/2/2015), Apple disebut tak tinggal diam. Update iOS 8.2 dan iOS 8.3 yang disebut-sebut bakal segera dirilis dalam waktu yang tak lama lagi kabarnya akan menuntaskan persoalan bug di iOS 8 sepenuhnya.

Sementara itu di sisi Android, versi yang paling tidak stabil adalah versi 4.0 Ice Cream Sandwich (ICS) yang memiliki persentase crash 2,6%. Namun sebenarnya angka persentase crash tersebut sama dengan Android 4.4 KitKat yang sebesar 2,6%, hanya saja di Android 4.0 ICS lebih banyak ditemukan aplikasi yang crash dibanding di Android 4.4 KitKat.

Microsoft Office Gratis untuk iPhone dan Android

Microsoft Office Gratis untuk iPhone dan Android
http://images.detik.com/content/2014/11/09/317/micromobile.jpg 
Pengguna yang terbiasa menggunakan aplikasi Microsoft Office seperti Word, PowerPoint atau Excel kini dapat bekerja di berbagai perangkat mobile. Ini setelah Microsoft Office diberikan gratis.

Sebelumnya pengguna yang ingin mengedit dokumen di Office diharuskan terlebih dahulu masuk ke Office 365 yang merupakan layanan cloud milik Microsoft lintas platform.

Dengan integrasi ini, pengguna tak melulu harus membuat dokumen di dalam desktop atau perangkat Windows semata saja. Untuk lebih menjanjikan pengalaman Microsoft Office di lintas platform. Penggguna iOS dan Android bisa mengunduh aplikasi Word, Excell dan PowerPoint dengan logo baru secara terpisah.

Dengan memberikan secara gratis, rencana Microsoft mungkin terdengar gila bagi sebagian besar. Namun cara ini adalah startegi lanjutan yang dimiliki oleh Microsoft.

"Ini merupakan perpanjangan dari strategi yang kita punya," jelas Head of Marketing Microsoft Office Michael Atalla.

"Ini bukan pergeseran strategi secara total, hanya perpanjangan dari strategi yang ada," tandasnya.

Sementara konsumen yang menggunakan Office mobile akan dapat mengakses aplikasi secara gratis, Microsoft tidak memperluas fungsi gratis untuk bisnis. Pengguna Office 365 akan diminta untuk mengedit dokumen yang tersimpan pada OneDrive.

Android Masih Kuasai Pasar Smartphone, Tapi...

Android Masih Kuasai Pasar Smartphone, Tapi...

http://images.detik.com/content/2014/11/01/317/android.jpg
Sistem operasi Android saat ini paling banyak dipakai oleh vendor smartphone. Laporan terbaru dari Strategy Analytics menyebutkan kalau OS dari Google itu dipakai di 84% dari total pengapalan smartphone global pada kuartal III 2014.

Cnet, Sabtu (1/11/2014), iOS dari Apple menguntit jauh di belakang dengan persentase 12,3%. Kemudian ada Windows Phone dengan 3,3% diikuti oleh BlackBerry dengan 0,7%.

"Ini adalah puncak market share Android. Kecuali volume iPhone menurun di masa depan yang sangat kecil kemungkinannya, Android sepertinya tidak akan tembus lebih dari 85%," ucap Neil Mawston, analis di Strategy Analytics.

Ya, Android memang tampak tak terkalahkan saat ini, didukung begitu banyaknya vendor ponsel yang memakainya. Beda misalnya dengan iOS yang hanya dipakai oleh iPhone. Tapi rupanya, ada berbagai masalah muncul yang tak bisa diremehkan begitu saja oleh Google.

"Kepemimpinan Android di pasar smartphone global tampak tidak tertandingi sekarang. Tapi tantangan muncul untuk Google. Platform Android terlalu ramai dengan ratusan brand, harganya menurun di seluruh dunia dan hanya sedikit saja vendor yang meraih untung," jelas Mawston.

Android Murah Menjamur, Akses Data Makin Subur

Android Murah Menjamur, Akses Data Makin Subur

http://images.detik.com/content/2014/10/24/317/084151_165810250.jpg 
Lombok - Smartphone pada saat ini memang bukan lagi barang mewah. Ponsel cerdas berbasis Android utamanya, harganya ada yang sudah di bawah sejuta rupiah.

Kenyataan tersebut menjadi angin segar bagi bisnis mobile data. Seperti Tri yang fokus pada layanan data bagi para pelanggannya.

"Harga smartphone utamanya Android makin murah saja. Ini adalah peluang bagi Tri untuk memperbesar pasarnya," ucap Haris Tri Wibowo, Regional Operation Head East Java Bali Lombok Region di Lombok.

Haris pun optimistis dengan strategi yang tepat, Tri mampu bersaing dengan para pemain selular lama. Salah satunya dengan menyasar pelanggan anak muda dan pilihan paket data beragam.

Dikatakannya, kecenderungan orang mengakses internet melalui smartphone semakin tinggi di daerah seperti Lombok, didukung harga smartphone yang makin terjangkau. Meskipun mungkin sebagian masyarakat setempat tidak menyadarinya.

"Saya pernah tanya sama seorang bapak apakah dia mengakses internet jawabannya tidak. Tapi dia ternyata mengakses Facebook," tutur Haris.

Dikatakan Haris, Tri pada semester pertama tahun ini telah memiliki 41 juta pelanggan. Di mana 70% di antaranya merupakan pelanggan data.

Kemudian untuk menunjang layanan Tri, ada 15 ribuan BTS 3G dari total sekitar 33 ribu BTS yang dimilikinya.

Di Nusa Tenggara Barat sendiri, Tri baru saja meluncurkan layanan 3G. Diklaim layanan 3G dari Tri sudah menjangkau seluruh kabupaten di wilayah NTB.

Android Rp 500 Ribuan Diklaim Jadi Rebutan

Ponsel Android seharga Rp 400 – Rp 500 ribuan tengah membanjir. Dengan harga yang cukup terjangkau, ponsel di segmen ini pun kerap digandrungi konsumen.

Menurut Andy Tanujaya, Manager Marketing & Sales e-Commerce K-Touch Indonesia, harga memang jadi faktor penting bagi kalangan pengguna smartphone entry level. Ada keinginan untuk meninggalkan feature phone mereka di rumah untuk beralih ke jajaran ponsel pintar.

Dan dengan banyaknya ponsel Android murah di pasaran, kalangan menengah ke bawah kini sudah bisa menikmati fasilitas sebuah smartphone.

"Tak heran, jika smartphone murah ini cukup mendapatkan respons positif dan banyak di serbu konsumen," kata Andy.

Kondisi ini pun dirasakan langsung oleh K-Touch. Dimana ponsel andalan merek Tiongkok itu dianggap sukses di pasar kelas bawah.

"Palagio II yang kami banderol dengan harga Rp 499.000, kembali mengulangi kesuksesan produk-produk kami sebelumnya," klaim Andy.

Soal spesifikasi, K-Touch Palagio II memang pas-pasan seperti Android low-end pada umumnya. Cuma dibekali Android 4.0 Ice Cream Sandwich. Namun prosesornya mengusung Qualcomm dan RAM 512 MB.

Bos Google: Android vs iOS Semakin Brutal


Persaingan antara Google dan Apple memang kian sengit belakangan ini, bahkan cenderung brutal saling gontok-gontokan. Hal ini diakui langsung oleh Chairman Google Eric Schmidt.

Dalam wawancaranya dengan Bloomberg, Schimndt memang sedikit mengkuatirkan persaingan antara Google dengan Apple yang sudah sangat brutal menurutnya. Malahan, saat ini lebih brutal dari yang sebelumnya.

Tapi yang perlu digarisbawahi, kata dia, kompetisi besar yang terjadi antara Google dan Apple, yang direpresentasikan melalui Android vs iOS, pada akhirnya akan membawa keuntungan bagi konsumen.

"Saya boleh mengatakan bahwa memang telah terjadi persaingan brutal antara Apple dan Google atas iOS dan Android, namun itu memberikan manfaat yang sangat besar bagi konsumen di seluruh dunia," kata Schmidt
"Jika Anda melihat inovasi di sisi Apple dan Google, saya pikir persaingan ini adalah perjuangan mendefinisikan industri komputer untuk memberikan manfaat secara global pada tingkat miliaran orang," paparnya lebih lanjut.

Namun demikian, Schimdt yang pernah menjadi bagian dari direksi Apple pun tetap merasa Google yang paling terbaik. Termasuk ketika dia mengomentari antrean panjang yang selalu terjadi di Apple Store saat peluncuran iPhone baru.

"Aku akan memberitahu Anda apa yang saya pikirkan. Samsung memiliki produk (seperti iPhone 6) ini setahun yang lalu," tandasnya.
 

Nokia X2 Dual SIM Jaga Nafas Android Nokia


Jakarta - Microsoft ternyata masih menjaga nafas seri Nokia X di Indonesia. Adalah Nokia X2 versi dual SIM card yang coba dihadirkan. Microsoft pun mengklaim ponselnya yang satu ini menghadirkan penyegaran.

"Nokia X2 didesain untuk menghubungkan satu miliar pengguna berikutnya pada koneksi internet mobile dan layanan cloud, dengan harga yang terjangkau," jelas Presiden Director Microsoft Devices Indonesia William Hamilton-Whyte.

Melalui keterangannya, Kamis (11/9/2014), dia menyebutkan kehadiran X2 versi dual SIM adalah melanjutkan respons positif pengguna di Indonesia terhadap rangkaian produk Nokia X.

Ya, sejatinya respons pasar ponsel Indonesia terhadap seri Android Nokia X cukup menggembirakan. Hanya saja, markas besar Microsoft telah memberi komando bahwa tak akan lagi mengembangkan versi Android Nokia.

Namun pengguna tak perlu khawatir. Microsoft berjanji tetap bakal memberi support meski nantinya tak akan lagi memproduksi seri Nokia X.

Kembali ke X2 Dual SIM, perangkat ini menghadirkan akses pada dunia aplikasi Android, menawarkan layanan populer dari Microsoft dan memungkinkan pengguna untuk berpindah aplikasi dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya menggunakan fitur Fastlane.

Tampilan baru yang lebih personal dan menyenangkan, pengguna kini bisa melakukan pengaturan untuk tampilan wallpaper pada Lock Screen, Start Screen, Fastlane, maupun App List.
App List merupakan halaman baru yang ditambahkan pada Nokia X2. Terinspirasi dari desain Lumia, pengguna Nokia X2 kini dapat melihat koleksi aplikasinya dan mencari aplikasi yang diinginkan dengan lebih mudah melalui tampilan App List.

Tampilan Lock Screen kini dilengkapi dengan widget untuk menjadikannya lebih personal. Pengguna juga dapat mengkustomisasi halaman Lock Screen untuk menambahkan jumlah widget yang ingin ditampilkan.

Fitur baru pada kamera

Fitur Smartmode di X2 memungkinkan pengguna untuk mengambil objek yang bergerak cepat dan menghasilkan gambar yang berseri.

Pengguna akan memiliki pilihan untuk menyimpan gambar dalam bentuk Action Shot yang menggabungkan urutan gambar dalam satu foto, Best Shot yang memilih gambar terbaik ataupun Motion Blur yang fokus pada gambar bergerak dan latar belakang yang blur.

Integrasi layanan Microsoft

Pada saat pengguna menyalakan Nokia X2 untuk pertama kali, mereka dapat melakukan Sign In menggunakan akun Outlook.com, untuk sinkronisasi kontak dan kalendar. Nokia X2 juga sudah dilengkapi dengan OneNote 2010 yang tersinkronisiasi dengan OneDrive.

Nokia X2 memiliki layar 4,3 inch ClearBlack, kamera belakang dengan resolusi 5MP dengan auto-fokus dan flash, juga kamera depan VGA. Dengan prosesor Qualcomm Snapdragon 200 dual core 1,2 Ghz dan RAM 1GB diklaim menjadikan proses berganti aplikasi menjadi lebih lancar.

Desain Nokia X2 hadir dengan tampilan monobody dan cover belakang yang dapat diganti dengan beragam pilihan warna oranye cerah, hijau dan hitam, kuning cerah, putih dan abu-abu.

Nokia X2 Dual SIM mulai tersedia di Indonesia melalui Nokia Store dan gerai mitra kerjasama Microsoft Devices pada tanggal 12 September 2014 dengan harga resmi Rp 1.699.000.

LG Rilis Flagship 'Murah' G3 A - 8 Agustus 2014

LG Rilis Flagship 'Murah' G3 A - 8 Agustus 2014
http://images.detik.com/content/2014/08/08/317/g3a.jpg 
Jakarta - Setelah merilis ponsel mini G3 Beat, LG kembali menggebrak pasar dengan varian lain ponsel flagshipnya, G3. Adalah G3 A yang menjadi andalan LG untuk segmen ramah kantong.

Ya, bisa dibilang G3 A adalah versi murah dari G3. Dibilang demikian karena jeroan G3 A berada di bawah versi standarnya, meski tak begitu signifikan.

Ponsel ini dibekali prosesor Snapdragon 800 berkecepatan 2,26 GHz, RAM 2 GB dan resolusi layar yang hanya mentok di FHD (1920x1080 pixel). Selain itu bentang layar G3 A juga sedikit lebih kecil dengan ukuran 5,2 inch.

Karena mengusung resolusi yang lebih rendah, kemampuan baterainya juga dipangkas jadi 2620 mAh dari yang sebelumnya 3000 mAh pada G3.

Namun kapasitas memori internalnya sama-sama 32 GB. Begitu juga dengan kemampuan kameranya yang juga sama-sama 13 MP dengan OIS+, serta dibekali lampu flash dual-LED dan autofocus laser. Termasuk juga kamera depannya yang sama-sama 2,1 MP.

Sayangnya LG belum mengungkap harga yang bakal disandangnya, meski disinyalir harganya akan lebih murah dari versi standarnya.

Seperti dilansir NDTV, Jumat (8/8/2014), pada awalnya G3 A baru akan dijual di Korea Selatan saja dan menawarkan dua pilihan warna: putih dan hitam. Sedangkan untuk pasar global biasanya tak akan berselang terlalu lama, diprediksi sekitar akhir bulan Agustus.